SISTEM OPERASI

Rabu, 30 Oktober 2019

ADMINISTRASI DASAR LINUX (TUGAS 6)

SISTEM OPERASI LINUX

       Sistem operasi adalah jenis perangkat lunak dalam sistem komputer. Dimana tanpa sistem operasi, pengguna tidak bisa menjalankan program aplikasi pada komputer, kecuali aplikasi booting. Sistem operasi juga memiliki penjadwalan secara sistematis terdiri dari dalam penggunaan memori, proses data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.

      Linux merupakan sistem operasi bebasis UNIX salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas (Freeware) dan sumber terbuka (Open Source), rata-rata pengguna OS Linux adalah Programmer untuk membuat suatu program dan juga developer untuk mengembangkan aplikasinya lebih mudah.

SISTEM FILE DI LINUX
1. Second Extended (Ext2)
 Second Extended File system (Ext2) dirancang oleh Rémy Card, sebagai file sistem yang extensible dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi Linux.
Kemampuan dasar EXT2
File system EXT2 mampu menyokong beberapa tipe file yang standar dari UNIX, seperti regular file, directories, device special files, dan symbolic links.
EXT2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
File system EXT2 mampu menghasilkan nama-nama file yang panjang. Maximum 255 karakter.
EXT2 memerlukan beberapa blok untuk super user (root).
2. Third Extended File System (Ext3)
     EXT3 merupakan suatu journalled filesystem. Journalled filesystem didesain untuk membantu melindungi data yang ada di dalamnya. Dengan adanya journalled filesystem, maka kita tidak perlu lagi untuk melakukan pengecekan ke-konsistensian data, yang akan memakan waktu sangat lama bagi harddisk yang berkapasitas besar. EXT3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk digunakan pada sistem operasi Linux. EXT3 merupakan hasil perbaikan dari EXT2 ke dalam bentuk EXT2 yang lebih baik dengan menambahkan berbagai macam keunggulan
Keunggulannya:
Availability
EXT3 tidak mendukung proses pengecekan file system, bahkan ketika system yang belum dibersihkan mengalami “shutdown”, kecuali pada beberapa kesalahan hardware yang sangat jarang.
Hal seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke dalam disk dalam suatu cara sehingga file system-nya selalu konsisten.
Waktu yang diperlukan untuk me-recover ext3 file system setelah system yang belum dibersihkan dimatikan tidak tergantung dari ukuran file system atau jumlah file; tetapi tergantung kepada ukuran “jurnal” yang digunakan untuk memelihara konsistensi. Jurnal dengan ukuran awal (default)
membutuhkan sekitar 1 sekon untuk recover (tergantung dari kecepatan hardware).
Integritas Data
Dengan menggunakan file sistem ext3 kita bisa mendapatkan jaminan yang lebih kuat mengenai integritas data dalam kasus dimana sistem yang belum dibersihkan dimatikan (shutdown).
Kita bisa memilih tipe dan level proteksi yang diterima data.
Kita bisa memilih untuk menjaga agar file system tetap konsisten, tetapi tetap mengijinkan kerusakan terhadap data dalam file system dalam kasus dimatikannya (shutdown) system yang belum dibersihkan; ini bisa memberikan peningkatan kecepatan pada beberapa keadaan.
Secara alternatif kita bisa memilih untuk lebih memastikan bahwa data konsisten dengan bagian dari file system; ini berarti kita tidak akan pernah melihat “garbage data” pada file-file yang baru ditulis ulang setelah terjadi “crash”.
Pilihan yang aman yakni menjaga kekonsistenan data sebagai bagian dari file system adalah pilihan default.
Perbandingan EXT2 VS EXT3
Secara umum prinsip-prinsip dalam EXT2 sama dengan EXT3.
Metode pengaksesan file, keamanan data, dan penggunaan disk space antara kedua file system ini hampir sama.
Perbedaan mendasar antara kedua file system ini adalah konsep journaling file system yang digunakan pada EXT3.
Konsep journaling ini menyebabkan EXT2 dan EXT3 memiliki perbedaan dalam hal daya tahan dan pemulihan data dari kerusakan.
Konsep journaling ini menyebabkan EXT3 jauh lebih cepat daripada EXT2 dalam melakukan pemulihan data akibat terjadinya kerusakan.
3. Fourth Extended File System (Ext4)
     Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebut atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya). Selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.
     Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya, fast fsck, journal checksumming, dan defragmentation support.
4. FAT16 (File Allocation Table 16)
     Sistem file FAT16 pertama kali diperkenalkan pada era MS-DOS di tahun 1981. Sistem file yang sudah berumur 27 tahun ini, pertama kali dirancang untuk menangani file yang terdapat pada floppy disk. Selanjutnya dengan beberapa perbaikan, sistem file ini mampu untuk menangani file yang terdapat pada hard disk. Keunggulan yang paling besar dari FAT16 adalah kemampuan untuk bekerja pada banyak sistem operasi yang berbeda seperti, Windows 95/98/Me, OS/2, Linux, dan beberapa versi dari UNIX. Sedangkan kelemahan terbesarnya terletak pada jumlah kluster yang terbatas untuk tiap partisinya, sehingga apabila hardisk bertambah besar maka ukuran kluster yang ada pada hardisk juga akan bertambah besar. Pada hardisk dengan besar partisi 2GB, setiap kluster mempunyai besar 32 kilobytes, artinya walaupun file yang terdapat pada hardisk tersebut lebih kecil dari 32 KB maka pada hardisk dengan FAT16 tetap akan menempati ruangan sebesar 32 KB. FAT16 juga tidak mendukung kompresi, enkripsi dan beberapa teknik keamanan yang lain.
5. FAT32 (File Allocation Table 32)
     Sistem file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95 Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata timbul suatu masalah dengan kompatibilitas terhadap sistem operasi yang lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi, tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32. Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa memperdulikan sistem file yang digunakan.
6. NTFS (New Technology File System)
     Sistem file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetapi sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.
FILE SYSTEM HIERARCHY STANDAR DI LINUX
     Pada dasarnya semua linux memiliki struktur direktori yang sama. Struktur direktori Linux berbeda dengan struktur direktori yang ada pada Windows ataupun MS-DOS. Setiap direktori memiliki fungsi yang berbeda-beda. Contoh bahwa direktori /bin berfungsi untuk menyimpan semua perintah dasar pada Linux. Sehingga struktur direktori di Linux disebut Filesystem Hierarchy Standard (FHS).
Kegunaan dari masing-masing Direktori:

  • /    = Direktori yang berguna untuk menampung semua fileyang terdapat dalam sistem linux.
  • /bin  = Direktori yang berisi file-file yang dapat langsung dijalankan
  • /boot = Direktori yang digunakan saat booting Linux.
  • /dev = Direktori yang berisi file-file dari hardware yang dimiliki komputer. misal /dev/ adalah file dari harddrive dan /dev/fd0 adalah file dari floppy 
  • /etc = Direktori yang berisi file yang digunakan untuk mengkonfigurasi linux. File ini biasanya dalam bentuk file naskah atau teks.
  • /home  = direktori ini digunakan untuk menyimpan semua direktori pengguna
  • /lib  = Direktori yang berisi file-file library yang dibutuhkan oleh program pada direktori root.
  • /mnt = Direktori yang berisi direktori yang dapat anda gunakan untuk memounting perangkan pheriperal yang dimiliki PC.
  • /proc = Direktori yang berisi buffer file yang digunakan untuk menginformasi proses yang sedang berjalan pada sistem linux 
  • /root =  direktori home untuk root
  • /sbin = Direktori yang berisi file-file yang dijalankan oleh sistem linux
  • /tmp = Direktori yang berisi file-file sementara 
  • /usr = Direktori yang berisi file-file yang dapat dijalankan atau berorientasi kepada semua pengguna. 
  • /var =  Direktori yng berisi file data yang dapat berubah-ubah saat linux sedang dalam proses. 


Senin, 28 Oktober 2019

KONKURENSI DAN KEAMANAN SISTEM (TUGAS 5)

A. Pengertian Konkurensi

Konkurensi merupakan landasan umum perancangan sistem operasi. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses (lebih dari satu proses) ada pada saat yang sama.

B. Prinsip-prinsip Konkurensi

Prinsip-prinsip konkurensi meliputi :

1. Alokasi layanan pemroses untuk proses-proses 
2. Pemakaian bersama dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya 
3. Komunikasi antar proses 
4. Sinkronisasi aktivitas banyak proses 

Konkurensi dapat muncul pada konteks berbeda, yaitu: 

1. untuk banyak pemakai 
2. untuk strukturisasi dari aplikasi 
3. untuk strukturisasi dari satu proses 
4. untuk strukturisasi sistem operasi

C. Kesulitan yang ditimbulkan konkurensi 

1.Pemakaian bersama sumber daya global 
2.Pengelolaan alokasi sumber daya agar optimal
3.Pencarian kesalahan program (Debuging)

Proses-proses konkuren mengharuskan hal-hal berikut ditangani sistem operasi, yaitu: 

1. Mengetahui proses-proses yang aktif 
2. Alokasi dan dealokasi beragam sumber daya untuk tiap prosesaktif 
3. Proteksi data dan sumber daya fisik proses 
4. Hasil-hasil proses harus independen

D. Masalah-masalah konkuren

Masalah-masalah konkuren diantaranya: 

1. Mutual Exclusion
Merupakan persoalan untuk menjamin hanya satu proses yang mengakses sumber daya pada suatu interval waktu tertentu. Pentingnya mutu alexclusion dapat dilihat pada ilustrasi eksekusi daemon printer.

Kriteria Penyelesaian Mutual Exclusion

Mutual exclusion harus memenuhi kriteria-kriteria berikut:
a. Mutual exclusion harus dijamin 
b. Hanya satu proses pada satu saat yang diizinkan masuk critical section

    critical section: suatu bagian yang berisi sejumlah variabel yang akan di-share (dipengaruhi atau mempengaruhi) proses yang lain.

c. Proses yang berada dinoncritical section, dilarang mem-block proses-proses yang ingin masuk critical section. 
d. Harus dijamin proses yang ingin masuk critical section tidak menunggu selama waktu yang tidak berhingga. 
e.Ketika tidak ada proses dicritical section, maka proses yang ingin masuk critical section harus diizinkan segera masuk tanpa waktu tunda. 
f. Tidak ada asumsi mengenai kecepatan relatif proses atau jumlah proses yang ada.

2. Deadlock

Deadlock terjadi ketika proses-proses mengakses sumber daya secara eksklusif. Semua deadlock yang terjadi melibatkan persaingan untuk memperoleh sumber data eksklusif oleh dua proses atau lebih.

Model Deadlock

Terjadi dead lock dapat digambarkan dengan menggunakan graph. Misal model deadlock duaproses dan dua sumberdaya: 
a. Dua proses P0 dan P1 
b. Dua sumber daya R0 dan R1

3. Startvation

Keadaan dimana pemberian akses bergantian terus- menerus, dan ada suatu proses yang tidak mendapatkan gilirannya.

Ilustasi starvation, misalnya :
a. Terdapat tiga proses, yaitu P1, P2 dan P3.
b. P1, P2 dan P3 memerlukan pengaksesan sumber daya R secara periodik.

Skenario berikut terjadi: 
a. P1 sedang diberi sumber daya R sedangkan P2 dan P3 diblocked menunggu sumber daya R. 
b. Ketika P1 keluar dari critical section, maka P2 dan P3 diijinkan mengakses R.
c. Asumsi P3 diberi hak akses, kemudian setelah selesai, hak akses kembali diberikan ke P1 yang saat itu kembali membutuhkan sumber daya R. Jika pemberian hak akses bergantian terus-menerus antara P1 dan P3, maka P2 tidak pernah memperoleh  pengaksesan sumber daya R. Dalam kondisi ini memang tidak terjadi deadlock, hanyasaja P2 mengalami starvation (tidak ada kesempatan untuk dilayani).

E. Pokok penyelesaian masalah konkurensi 

Pada dasarnya penyelesaian masalah konkurensi terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama. 
2. Tidak mengasumsi kan adanya memori yang digunakan bersama.

F. Definisi Keamanan

Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya agar tidak digunakan atau dimodifikasi orang yang tidak diotorisasikan.

Keamanan Sistem terbagi menjadi tiga, yaitu: 
1. Keamanan Eksternal (external security) 
2. Keamanan Interface Pemakai (user inter face security)
3. Keamanan Internal (internal security) 

G. Masalah-masalah keamanan

Pada keamanan, terdapat dua masalah penting, yaitu: 
1.Kehilangan data (data lost) disebabkan :bencana, kesalahan perangkat keras/lunak, kesalahan/kelalaian manusia. 
2.Penyusup (intruder), berupa penyusupan pasif dan penyusupan aktif.
   • Penyusup pasif = Penyusup yang hanya membaca data yang tidak diotorisasikan
   • Penyusup Aktif = Penyusup yang mengubah data yang tidak diotorisasikan.

H. Ancaman-ancaman keamanan

Kebutuhan keamanan sistem kompute rmeliputi tiga aspek,yaitu:

1.Kerahasiaan (secrecy) Adalah keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat di akses oleh pihak-pihak yang diotorisasi, sehingga jika dimodifikasi tetap terjaga konsistensi dan keutuhan datanya.

2. Integritas  (Intergrity) Adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat di akses oleh pihak-pihak yang diotorisasi.

3.Ketersediaan (Availability) Adalah keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak-pihak yang di otorisasi saat diperlukan.

I. Tipe-tipe Ancaman Keamanan
1. Interupsi, contoh : pemotongan kabel komunikasi, penghancuran bagian perangkat keras, seperti harddisk .
2. Intersepsi, contoh: penyadapan untuk mengambil data rahasia, mengkopi file tanpa di otorisasi
3.Modifikasi, contoh: mengubah nilai-nilai filedata, mengubah program sehingga bertindak secara berbeda, memodifikasi pesan-pesan yang di transminikan pada jaringan.
4.Fabrikasi, contoh: memasukkan pesan-pesan palsu kejaringan, penambahan record ke file.

THANKS SO MUCH....












Rabu, 23 Oktober 2019

PENJADWALAN PROSES (TUGAS 4)

PENJADWALAN PROSES

DESKRIPSI PENJADWALAN PROSES

Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaandan mekanisme disistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistemkomputer.

Penjadwalan bertugas memutuskan hal-hal berikut:
1.Proses harus berjalan,
2.Kapan dan berapa lama proses itu berjalan.

Sasaran utama penjadwalan proses adalah optimasi kinerja sistem komputer menurut kriteria tertentu.
Kriteria Penjadwalan
1) Adil (Fairness) adalah proses-proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu layanan pemroses yang sama dan tidak ada proses yang tidak kebagian layanan pemroses.

2) Efisiensi (Utilisasi) adalah pemroses yang dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses dengan total waktu operasi sistem komputer.

3) Waktu Tanggap (ResponseTime)

  •  Sistem Interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat katakter terakhir dari perintah dimasukkan oleh program sampai hasil pertama muncul diperangkat masukan keluaran sepertilayar. 
  • Sistem waktu nyata didefinisikan sebagai waktu dari saat kemunculan suatu kejadian sampai instruksi pertama rutin layanan terhadap kejadian dieksekusi.

4) Turn Arround Time adalah waktu yang dihabiskan dari saat proses atau job mulai masuk kesistem sampai proses itu diselesaikan sistem. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan proses berada disistem, diekspresikan sebagai penjumlahan waktu eksekusi dan waktu menunggu dari prosesitu ,yaitu: Turn arround time= waktu eksekusi+waktu menunggu

5) Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan selama satu selang/unitwaktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah proses/job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu tertentu.

TIPE-TIPE PENJADWALAN: 

 1. Penjadwalan jangka pendek
     Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready dimemori utama. Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.
2. Penjadwalan jangka menengah Proses status ready–running–waiting–ready
3. Penjadwalan jangka panjang Penjadwalinibekerjaterhadapantrianbatchdanmemilih batchberikutnyayangharusdieksekusi.Batchbiasanya adalahproses-prosesdenganpenggunaansumberdaya yangintensif(yaituwaktupemroses,memori,perangkat masukan/keluaran),program-programiniberprioritas rendah,digunakansebagaipengisi(agarpemroses sibuk)selamaperiodeaktivitasjob-jobinteraktifrendah
Penjadwalan proses
3 istilah yang digunakan pada penjadwalan proses
1. Antrian Sejumlahprosesyangmenunggumenggunakanprosesor danakandiprosessesuaidenganurutanantrianproses. Prosesberadadalammemoriutama
Penjadwalan proses (Lanjut....)
2. Prioritas Mendahuluipadaantrianproses,kalauprosesituberada dibagianbelakangantrian,makadenganpemberian prioritas,prosesitulangsungberadadibagianpaling depanpadaantrianitusambilmenunggusampaikerja prosesorselesai. 3.Prempsi Mendahuluipadaantrianproses,kalauprosesituberada dibagianbelakangantrian,makadenganpemberian prempsi,prosesitulangsungberadadibagianpaling depanpadaantrianitubahkanakanmemberhentikan kerjaprosessoruntukmengerjakanprosesyangprempsi tersebut.
Perhitungan pada Kerja Prosesor
Lama proses (t) adalahlamawaktuyangdiperlukanuntukmengolah prosesitudidalamprosesor Lamatanggap(T) adalahWaktuyangdiperlukanuntukprosessejakmulai sampaiselesaidiolaholehprosesor
Terdapat 2 macam lama tanggap :  Turnaroundtime,Denganmemperhitungkanlamawaktu yangdigunakanuntuksebuahproseshinggakeluaran.  Responetime,Tidakmemperhitungkanlamawaktuyang digunakanuntuksebuahproseshinggakeluaran
Rumus Penjadwalan
JikaterdapatNprosesserentak,sertasetiapproses memilikilamatanggapsebesarT,makareratalamatanggap Tradalah
Tr = (jumlah Ti) / N
•Waktusia-sia(T–t),waktuyangterbuangdalamantrian atauselamaterkenaPrempsi. •Rasiotanggap(Rt),Perbandingandiantaralamaproses terhadaplamatanggap •Rasiopinalti(Rp),Perbandingandiantaralamatanggap terhadaplamaproses. Rt =   tdan  Rp =  T T t
Algoritma Penjadwalan
AlgoritmaPenjadwalanPertamatibapertamadilayani (PTPD/FCFS/FIFO)
Penjadwalantanpaprioritastanpaprempsi,Prosesyangtiba lebihdahuluakandilayanilebihdahulu,jikatibapadawaktu yangbersamaanakandilayanisesuaidenganurutanpada antrian.
Contoh Algoritma PTPD/FCFS/FIFO
Contoh Algoritma PTPD/FCFS/FIFO sebaga berikut: Nama prosesSaat tibaLama proses A04 B17 C33 D78
Penyelesaian Algoritma PTPD/FCFS/FIFO
Nama Proses
Saat Tiba
Lama Proses
Saat Mulai
Saat Rampung
Lama tanggap
A B C D
0 1 3 7
4 7 3 8
0 4 11 14
4 11 14 22
4 10 11 15     Jumlah 40     Rerata 10
Barisan proses : Saat 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Proses   A A A  A  B B B  B  B  B
Saat 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Proses    B C  C  C  D  D  D D  D   D Saat 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Proses    D  D               
3.2. Algoritma Penjadwalan Proses Terpendek Dipertamakan (PTD/ SJF/ SJN)
Penjadwalandenganprioritastanpaprempsi,Terdapat2 langkah:
Penentuanberdasarkanpendeknyaprosesyangdilayani Jikaprosesyangterpendektersebutbelumtibamaka prosesorakanmelayaniprosesyangtelahtibasampai prosestersebutselesai.
ContohAlgoritmaPenjadwalan Proses Terpendek Dipertamakan (PTD/ SJF/ SJN)
Contoh :  Tabel proses PTD Nama proses Saat tiba Lama proses A B C D 0 3 5 6 5 7 2 4
PenyelesaianAlgoritmaPenjadwalan Proses Terpendek Dipertamakan (PTD/ SJF/ SJN)
Tabel PTD
Nama Proses
Saat Tiba
Lama Proses
Saat Mulai
Saat Rampung
Lama tanggap
A B C D
0 3 5 6
5 7 2 4
0 11  5  7
5 18 7 11
5 15  2  5     Jumlah 27     Rerata 6,75
Barisan proses : Saat 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Proses   A A A A A C C D D D
Saat 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Proses   D B B B B B B B   

3.3.Algoritma Penjadwalan Proses Terpendek Dipertamakan Prempsi (PTDP / PSPN / SRT)
PenjadwalandenganprioritasdenganprempsiBeberapa ketentuan:
•Prioritasberdasarkanpendeknyasisaproses •Diperhatikansaatprosestibaatausaatprosesselesai •Menghitunglamasisaprosesdarisemuaprosesyang ada •Jikaprosesdengansisaprosesyanglebihpendekdari proses yangsedangdikerjakan,makaatasdasarprempsi prosesyangsedangdikerjakanakandikeluarkan dariprosesor
Contoh Algoritma Penjadwalan Proses Terpendek Dipertamakan Prempsi (PTDP / PSPN / SRT)
Nama prosesSaat tibaLama proses
A07 B23 C49 D54
Penyelesaian Algoritma PTDP / PSPN / SRT Barisan proses : A             B            C      D
A D D D D B B B A A Proses
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
Saat
sisa                 A=5A=5      A=5
B=2B=1B=0 C=9C=9 D=4
Penyelesaian Algoritma PTDP / PSPN / SRT (Lanjut….)
C C C C C C A A A A Proses 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 Saat
C C C Proses 30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 Saat
Tabel PTPD
10  Rerata
40 Jumlah
14 3 19 4
14 5 23 9
0 2 14 5
7 3 9 4
0 2 4 5
A B C D
Lama tanggap
Saat Rampung
Saat Mulai
Lama Proses
Saat Tiba Nama Proses
Penyelesaian Algoritma PTDP / PSPN / SRT (Lanjut….)
Penjadwalan dengan prioritas tanpa prempsi Ketentuan : Prioritas berdasarkan besarnya nilai ratio pinalti Rumus ratio pinalti =  Rp = ( s + t ) / t s = waktu sia-sia (Saat selesai –Saat tiba) t = lama proses
Tetapmendahulukanprosesterpendek,namunprioritas prosespanjangakanturutmeningkatmelaluipeningkatan ratiopinaltinya.
3.4.Algoritma Penjadwalan Ratio Pinalti Tertinggi Dipertamakan (RPTD/ HPRN)
Contoh Algoritma Penjadwalan Ratio Pinalti Tertinggi Dipertamakan (RPTD/ HPRN)
4 2 5 8 4
0 1 2 3 4
A B C D E
Lama proses Saat tiba Nama proses
Penyelesaian Algoritma RPTD/ HPRN
Step 1
(3+2)/2 = 2.5 (2+5)/5= 1.2 (1+8)/8=1.125 (0+4)/4=1
3 2 1 0
B C D E
Ratio Penalti Tiba selama Nama proses
Penjelasan Step 1
Pada saat 0  :  hanya ada A, A diolah Pada saat 4  :  A rampung, B, C, D, E telah tiba
Perhitungan rasio penalti Proses      Tiba selama       Rasio penalti B                 4 −1 = 3            (3 + 2)/2 = 2,5 C                 4 −2 = 2            (2 + 5)/5 = 1,2 D                 4 −3 = 1            (1 + 8)/8 = 1,125 E                 4 −4 = 0            (0 + 4)/4 = 1 Rasio penalti tertinggi pada B, B diolah
Penyelesaian Algoritma RPTD/ HPRN
Step 2
(4+5)/5= 1.8 (3+8)/8=1.375 (2+4)/4=1.5
4 3 2
C D E
Ratio Penalti Tiba selama Nama proses
Penjelasan Step 2
Padasaat6:AdanBtelahrampung
Perhitunganrasiopenalti ProsesTibaselamaRasiopenalti C6-2=4(4+5)/5=1,8 D6-3=3(3+8)/8=1,375 E6-4=2(2+4)/4=1,5
RasiopenaltitertinggipadaC,Cdiolah
Penyelesaian Algoritma RPTD/ HPRN (Lanjut….)
Step 3
(8+8)/8=2 (7+4)/4=2,75
8 7
D E
Ratio Penalti Tiba selama Nama proses
Penjelasan Step 3
Padasaat11:A,B,danCtelahrampung
Perhitunganrasiopenalti ProsesTibaselamaRasiopenalti D11-3=8(8+8)/8=2 E11-4=7(7+4)/4=2,75
RaiopenaltitertinggipadaE,Ediolah
Padasaat15:A,B,C,danEtelahrampungDdiolah
Penyelesaian Algoritma RPTD/ HPRN (Lanjut….) Tabel RPTD/HPRN
9.8  Rerata
49 Jumlah
4 5 9 20 11
4 6 11 23 15
0 4 6 15 11
4 2 5 8 4
0 1 2 3 4
A B C D E
Lama tanggap
Saat Rampung
Saat Mulai
Lama Proses
Saat Tiba
Nama Proses
Penyelesaian Algoritma RPTD/ HPRN (Lanjut….) Barisan Proses
C C C C B B A A A A Proses
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0
Saat
D D D D D E E E E C Proses
20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 Saat
D D D Proses
30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 Saat
3.5. Algoritma Penjadwalan Penjadwalan Putar Gelang (Roun Robin/ Time Slice)
Penjadwalan tanpa prioritas dengan prempsi
Beberapa ketentuan : •Kuantumwaktu,waktuyangdigunakanolehprosesor untukmelayanisetiapproses •Prosesorakanmelayanisetiapprosesberdasarkan antrian •ProsesorakanmelayanisesuaidenganKuantumwaktu yangsudahditentukan.
Contoh Algoritma Penjadwalan Penjadwalan Putar Gelang (Roun Robin/ Time Slice)
Tabel proses putar Gelang
Kuantum 3
5 3 7 1 6
0 2 5 6 7
A B C D E
Lama proses Saat tiba Nama proses
D C A A B B B A A A Proses 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Saat
C C E E E C C C E E Proses 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 Saat
E C Proses 30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 Saat
Penyelesaian Algoritma Roun Robin/ Time Slice
Penyelesaian Algoritma Roun Robin/Time Slice (Lanjut....)
Tabel putar gelang
9,6  Rerata
47 Jumlah
8 4 16 4 15
8 6 21 10 22
0 3 8 9 10
5 3 7 1 6
0 2 5 6 7
A B C D E
Lama tanggap
Saat Rampung
Saat Mulai
Lama Proses
Saat Tiba
Nama Proses


ALGORITMA PENJADWALAN DISK (TUGAS 3)




Jumat, 04 Oktober 2019

TEKNOLOGI DISK (TUGAS 2)

Magnetic Disk

Magnetic disk merupakan penyimpan sekunder, berbentuk bundar dengan dua permukaan magnetik.
Penggerak disk berupa Motor drive menggerakkan disk dengan kecepatan tinggi (kurang-lebih dari 60 putaran perdetik).

Kegiatan baca-tulis dilakukan Read-write head, yang diletakkan diatas piringan. Kepala baca-tulis sangat sensitif terhadap guncangan yang dapat menyebabkan disk rusak (badsector).

Ruang Rekam terbagi atas beberapa track/lintasan dan tiap lintasan dibagi lagi dalam beberapa sector.

Jenis Head

Jenis head di bedakan atas : 
  1. Fixed-head disk menempati tiap-tiap track satu head, sehingga mempercepat proses pembacaan dan perekaman. 
  2. Moving-head disk hanya memiliki satu head yang berpindah-pindah mengakses dari satu track ke track lain.
Teknologi Harddisk

Beberapa teknologi Harddisk, antara lain : 

»Shock Protection System (SPS) 
»Self-Monitoring Analysis and Reporting (SMART) 
»Solid State Disk (SSD) 
»Magnetore-sistive (MR) 
»Partial Response Maximum Likelihood (PRML) 
»Hot Swap 
»Plug and Play ATA 
»Environment Protection Agency (EPA) 
»Error Correction Code (ECC) 
»Auto Transfer

Penjelasan Teknologi Harddisk
  • Shock Protection System (SPS) 
• Sebagian besar kerusakan yang timbul pada harddisk disebabkan adanya goncangan. 
• Goncangan pada harddisk dapat menyebabkan tergoncangnya head sehingga dapat merusak piringan. 
• Goncangan yang paling membahayakan adalah goncangan dengan kekuatan tinggi dalam tempo yang sangat singkat. 
• Dengan meggunakan SPS energi goncangan akan diredam,sehingga head tidak terangkat ketika terjadi goncangan.Karena head tingkat terangkat, tentu saja head tidak kembali lagi. Sehingga tidak akan terjadi bad sector.
  • Self-Monitoring Analysis and Reporting (SMART) 
•Dengan menggunakan teknologi SMART, harddisk dapat berkomunikasi dengan komputer melalui software. 
•Komunikasi yang dilakukan berisi tentang status keandalan harddisk, kemungkinan terjadinya kerusakan dsb. 
•Harddisk akan melakukan pemeriksaan terhadap dirinya sendiri dan melaporkan hasilnya pada software. 
•Teknologi SMART sangat berguna bagi komputer- komputer yang memiliki data-data penting pada harddisk dan komputer-komputer yang sedapat mungkin di nyalakan secara terus menerus.
  • Solid State Disk (SSD)
•SSD yang dikembangkan baru-baru ini tidak lagi menggunakan piringan magnetic sebagai tempat menyimpan data, tetapi menggunakan DRAM (dynamic RAM). 
•SSD yang dikembangkan dengan menggunakan antar muka SCSI memang dirancang untuk sistem komputer yang memerlukan akses data yang cepat, seperti server dan server data base.
  • Magnetore-sistive (MR)
•Saat ini head harddisk yang digunakan dikenal dengan nama induktif head. 
•Head induktif yang berfungsi untuk read write sekaligus diganti dengan magnetore–sistive (MR) head yang memiliki head yang berbeda untuk read dan write. 
•Head untuk menulis masih menggunakan elemen film tipis yang bersifat induktif, sedangkan head untuk membaca menggunakan film tipis yang sensitif terhadap magnet.
  • Partial Response Maximum Likelihood (PRML)
•PRML adalah teknologi dalam halen koding dan konversi data pada saat read-write dari kepiringan.
•Teknologi PRML menawarkan kepadatan data yang lebih tinggi,  kinerja harddisk yang lebih baik dan integritas data yang lebih terjamin.

  • Hot Swap
Hot Swap adalah proses memasang peralatan elektronik ke dalam suatu sistem yang sedang bekerja.
  • Plug and Play ATA (Advance Technology Atachment)
Sistem PnP adalah melakukan konfigurasi secara otomatis dan akan memudahkan pengaturan cukup lewat software saja, tidak melakukan pengubahan jumper,dsb.
  • Environment Protection Agency (EPA)
•Harddisk termasuk komponen yang menghabiskan energi listrik cukup banyak pada PC(tanpa menghitung monitor), apalagi pada notebook.
•Untuk itu harddisk terbaru yang mendukung program EPA memiliki kemampuan untuk menghemat istrik, misalnya fungsi sleep, standby, dsb.
  • Error Correction Code (ECC)
•Secara konvensional, jika terjadi kesalahan dalam pembacaan data dari piringan, maka untuk mengaktifkan ECC head harus membaca sekali lagi daerah tersebut, hal ini tentu saja akan menyita banyak waktu (sekitar13 ms) dengan menggunakan komponen ASIC (Aplication Specific IC), dibuat metode ECC yang dapat memperbaiki kesalahan pembacaan tanpa perlu membaca ulang daerah yang rusak. 
•Dengan cara ini dapat diperbaiki sampai 3byte dari data 512 byte dalam satu sector. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa hanya1 kali kegagalan dalam 100 trilyun kali.
  • Auto Transfer 
•Salah satu cara untuk mempercepat tranfer data dari hard disk ke memori utama adalah dengan cara menggunakan mode blok (blockmode). 
•Konsep yang digunakan adalah untuk memungkinkan pemberian beberapa perintah baca atau tulis secara bersamaan. 
•Setiap ada perintah membaca atau menulis, maka interrupt (IRQ) akan dibangkitkan sehingga cpu akan proses switching, memeriksa device dan melakukan setup untuk transfer data.

Terdapat  7 algoritma pengaksesan disk : 
1. Algoritma Pertama Tiba Pertama Dilayani (PTPD) 
2. Algoritma Pick up. 
3. Algoritma Waktu Cari Terpendek Dipertamakan (WCTD) 
4. Algoritma Look 
5. Algoritma Circular Look 
6. Algoritma Scan 
7. Algoritma Circular scan








Minggu, 29 September 2019

KONSEP DASAR SISTEM INORMASI (TUGAS 1)

=> Pengertian Sistem Operasi

        Sistem operasi ( Operating System (OS)) adalah sebuah program yang bertindak sebagai perantara antara pemakai komputer (user) dengan komputer (perangkat keras), dan sebuah perangkat lunak sistem komputer yang membantu perangkat keras dalam menjalankan fungsi-fungsi managemen proses.

=> Fungsi Sistem Operasi
  1. Sistem Operasi sebagai pengelola sumber daya (Resources Manager) 
  2. Sistem Operasi mengelola seluruh sumberdaya yang terdapat pada sistem komputer 
  3. Sistem operasi sebagai penyedia layanan atau extended Machine/Virtual Machine 
  4. Sistem operasi menyediakan sekumpulan layanan (disebut system calls) kepemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan atau pemanfaatan sumber daya system komputer.

=>Tugas Utama Sistem Operasi

Sistem operasi mempunyai dua tugas utama yaitu:

  1. Pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer (sebagai rosources manager)
  2. Sistem operasi sebagai penyedia layanan (sebagai extended/virtual machine)
Sumber Daya Sistem Komputer 

        Semua komponen di sistem komputer yang dapat memberi manfaat. Sumber Daya terdiri dari :
  1. Sumber daya fisik 
  2. Sumber daya abstrak
Sumber Daya Fisik, misalnya :

  • Perangkat masukan: keyboard, barcode, reader, dan sebagainya. 
  • Perangkat tunjuk: mouse, joystick, light-pen,track-ball, touch-screen dan sebagainya. 
  • Perangkat penyimpanan sekunder: floop disk drive, harddisk, tapedrive, opticaldisk, CDROM drive, DVD drive dan sebagainya. 
  • Perangkat penampil: layar monitor CRT, LCD dan sebagainya.
  • Perangkat pencetak: printer,plotter dan sebagainya
  • Perangkat komunikasi: modem, ethernetcard, PCMCIA,dan sebagainya.
  • Perangkat memori: memoriak sesacak (RAM=Random Access memory) chacememory, register dan sebagainya. 
  • Perangkat multimedia: kamera, soundcard, radiodan sebagainya.
  • Perangkat grafis seperti digitizer, scanner dan sebagainya.
  • Perangkat pengendalian proses yaitu sensor-sensor dana ktuator-aktuator, dansebaginya.
Sumber Daya Abstrak terdiri dari: 

1. Data 
  • PCB (process control block) untuk mencatat dan mengendalikan proses. 
  • Semaphore untuk pengendalian sikronisasi proses- proses.
  • Tabel segmen, tabel page, i-node, FAT untuk sistem file, linked list pengendalian memori.
  • Berkas (file) untuk menyimpan data atau program.
2. Program 
         Program merupakan kumpulan instruksi yang dapat dijalankan pemproses.
  • JenisProgram: 
         1.  Utilitas 
         2. Aplikasi untuk mencapai tujuan komputasi (pengolahan) tertentu.